Jumat, 30 Januari 2015

Wisata Religi ke Makam Batu Layar Lombok


Pulau Lombok memiliki berbagai tempat wisata religius yang menjadi tujuan wisata selain  Makam Selaparang, Loang Baloq, Masjid Kuno Bayan Beleq adapula wisata religi lainnya yakni Makam Batu Layar Lombok

Menurut kepercayaan Masyarakat Lombok, Makam ini merupakan Makam Tokoh Islam yang juga keturunan Nabi Muhammad SAW bernama Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami , namun banyak pula yang menyebut jika Makam Batu Layar merupakan tempat peristirahatan terakhir Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami.

Konon Syekh Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami menjadi panutan dan tokoh islam yang paling di segani dalam menyebarkan ajaran Islam, setelah selesai mensyiarkan agama Islam secara sempurna , beliau berniat kembali ke negara asalnya yakni Negeri Baghdad, saat akan diantar pulang oleh para Santrinya, beliau duduk sejenak diatas Batu sambil menunggu perahu di pinggir Pantai, tak berapa 
lama kemudian hujan turun dengan lebatnya disertai angin kencang dan kilatan petir yang menyeramkan, saat itulah Syekh Sayid menghilang dan yang tersisa hanyalah seonggok Batu bekas tempat duduknya serta Kopiah dan Sorban milik Syekh Sayid.

 Hingga kini Masyarakat setempat menjadikan tempat tersebut sebagai Makam Keramat , banyak peziarah yang berkunjung ke Makam Batu Layar untuk membayar Nazar.

Biasanya Nazar yang diucapkan oleh para peziarah ke makam keramat ini adalah keinginan mereka untuk berangkat Haji dan Umroh ke Tanah Suci Mekkah, dan  setelah keinginan mereka tercapai mereka membayar nazar di sini.

Itulah sebabnya mengapa setiap musim Haji tiba, banyak peziarah baik yang berasal dari Lombok maupun dari  luar Pulau Lombok datang beramai – ramai mengunjungi Makam Batu Layar Lombok.
Puncak keramaian di Makam Batu Layar adalah 7 hari setelah hari raya idul fitri atau biasa di sebut Lebaran topat.

Selain itu setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten Lombok secara rutin menyelenggarakan tradisi Nyangkar di Makam Batu Layar yang di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Lombok. 

Tradisi Nyangkar sendiri meliputi prosesi pengambilan air lingkuk emas untuk Bejanjam. Bejanjam adalah tradisi membasuh wajah anah-anak di bawah umur dengan harapan agar mereka kelak tumbuh menjadi anak yang saleh dan bermanfaat bagi bangsa, air lingkuk emas sendiri di ambil dari kaki bukit Batu Layar yang di yakini Masyarakat sebagai Sumber Mata Air dengan segudang manfaat, prosesi pengambilan Air Lingkuk emas dilakukan dengan cara menyiapkan sesajen atau di sebut penginang pidade.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar